Senin, 18 Mei 2015

MAKALAH ANALISIS IKLAN SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU

Diposting oleh Unknown di 04.33

MAKALAH
ANALISIS IKLAN SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perilaku Konsumen yang diampu oleh :
Bapak Rahmat Hidayat SE., MM.





Disusun Oleh :
1.      Dinda Nindya Putri       (6704144154)





PROGRAM STUDI D3 MANAJEMEN PEMASARAN
FAKULTAS ILMU TERAPAN
UNIVERSITAS TELKOM
2015

KATA PENGANTAR


Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menulis makalah perilaku konsumen dengan baik. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menganalisis iklan sebagai strategi komunikasi pemasaran terpadu. Adapun tujuan penulisan makalah analisis iklan sebagai strategi komunikasi pemasaran terpadu ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah perilaku konsumen.
Dalam penyusunan dan penulisan makalah analisis iklan sebagai komunikasi pemasaran terpadu ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penulis dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada Bapak Rahmat Hidayat, teman-teman serta semua dukungan dari pihak-pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penulisan dan penyusunan makalah ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semuanya. Demi perbaikan selanjutnya, saran dan kritik yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT penulis serahkan segalanya mudah-mudahan dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi kita semua.

Bandung,  Mei 2015             
                                                                                                                  Penulis,













Daftar Isi



   

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang

     Dalam strategi komunikasi pemasaran yang terpadu (IMC), iklan atau advertising menjadi konsep IMC. Sehingga para pemasar perlu memahami iklan dari berbagai sisi dan jenis. Advertising merupakan suatu bentuk dari presentasi non-personal dan promosi dari suatu ide, barang atau jasa yang tidak gratis (berbayar) dan dilakukan oleh sponsor (perusahaan) yang teridentifikasi. Karakteristik dari iklan sendiri adalah bersifat non-personal, komunikasi satu arah, ada sponsor (khalayak yang peduli), dan bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku. Biasanya advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan ingin mengubah customer dari unaware, menjadi aware terhadap suatu brand
 Iklan merupakan suatu bentuk komunikasi massa melalui berbagai media massa yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi non profit dan individu-individu yang teridentifikasi dalam pesan periklanan dengan maksud memberi informasi atau mempengaruhi pemirsa dan golongan tertentu bentuknya dapat berupa tulisan, gambar, film, ataupun gabungan dari keseluruhan unsur tersebut. Urat nadi kehidupan televisi (swasta) terletak pada iklan. Tanpa iklan, mustahil sebuah televisi mempertahankan eksistensinya. Bagi produsen iklan bukan hanya menjadi alat promosi barang maupun jasa, melainkan juga untuk menanamkan citra kepada konsumen maupun calon konsumen tentang produk yang ditawarkan. Iklan seringkali menggiring khalayak untuk percaya pada produk, sehingga mendorong calon konsumen untuk mengkonsumsi maupun mempertahankan loyalitas konsumen.
Menurut Rhenald Kasali, iklan adalah: Segala bentuk pesan tentang suatu produk dan jasa yang disampaikan lewat media dan dibiayai oleh perusahaan yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sedang pengaruh pesan ini berati hal-hal yang diterjemahkan dalam bentuk gambar, rangkaian kata-kata jingle, maupun warna dengan tujuan membangkitkan kebutuhan konsumen dan menanamkan citra pada konsumen pemerkasanya adalah produsen sedangkan media adalah sarana yang digunakan yaitu media cetak dan media elektronik (Kasali, 1992:9)

1.2 Definisi Iklan

a.     Iklan informatif.
            Dimaksudkan untuk menciptakn kesadraan dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada. 

b.   Iklan Persuasif
           Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c.     Iklan pengingat
            Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.

d.    Iklan penguatan
           Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat. 




BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Iklan Informatif

2.1.1 Iklan Sony Ericsson Z550i

Iklan ini merupakan iklan informatif karena membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.












Gambar 2.1.1 Iklan Sony Ericsson

 

2.1.2 Iklan Dji Sam Soe

Iklan ini juga tergolong sebagai iklan informatif karena menginformasikan kepada khalayak mengenai kemasan produk Dji Sam Soe yang baru, yakni kemasan 10 yang ditampilkan dengan tulisan berukuran besar. Tak lupa iklan ini juga berusaha meyakinkan kepada khalayak bahwa mutu produk tetap sama sejak tahun 1913, meskipun kemasan yang dihadirkan berbeda.






Gambar 2.1.2 Iklan Dji Sam Soe


            Iklan ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai produk kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
Gambar 2.1.3 Iklan Coca Cola








2.1.4 Iklan Mayasi Crispy Crepes

Iklan ini termasuk ke dalam iklan informative karena bersifat mengenalkan produk baru dari mayasi yang belum pernah perusahaan itu keluarkan sebelumnnya. Iklan ini diluncurkan baru-baru ini sekitar bulan Mei 2015.








2.1.5 Iklan Gery Brown Cookies

                Iklan Gery Brown Cookies merupakan iklan yang ditayangkan di televisi. Peluncuran iklan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai produk terbaru keluaran perusahaan Garudafood Indonesia. Perusahaan Garuda food Indonesia memang telah banyak mengeluarkan produk-produk terbaru dan diiklankan melalui media televisi. Kali ini Perusahaan tersebut berinovasi lagi dalam dunia makanan dan menghasilkan produk yang mereka beri merek Gery Brown Cookies. Iklan ini mulai diluncurkan di televise sekitar akhir bulan Desember tahun 2014.





2.2 Iklan Persuasif

2.2.1 Iklan Samsung Slim Fit T

Iklan ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.







2.2.2 Iklan Canon Printer PIXMA iP1200

Iklan ini juga tergolong iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli Canon Printer PIXMA iP1200 dengan cara menginformasikan keistimewaan yang dimiliki produk ini.








2.2.3 Iklan Energen Sarapan Sehat Sebelum Jam 9

                Iklan Energen ini membujuk dan mengubah persepsi masyarakat tentang energen, energy bukan minuman ringan akan tetapi bisa dikonsumsi sebagai sarapan di pagi hari.  Energen juga mengklaim bahwa produk minumnannya lebih dari susu.  Iklan ini memberikan preferensi kepada masyarakat akan produk energen. Energen juga mengubah persepsi masyarakat bahwa sarapan itu sangat penting. Energen mengatakan 7/9 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan. Energen mengajak masyarakat untuk sarapan gizi lengkap sebelum jam 9 untuk memulai aktivitas sehari-hari.








2.2.4 Iklan Pepsodent Versi Sikat Gigi Pagi Dan Malam

            Iklan Pepsodent ini termasuk ke dalam iklan persuasif karena pepsodent berusaha mengubah persepsi masyarakat yang tidak rutin sikap gigi pagi dan malam agar mereka lebih rutin untuk sikat gigi pagi dan malam. Iklan ini mengajak audiens untuk sikat gigi menggunakan pepsodent saat pagi dan malam. Dengan hal tersebut diharapkan masyarakat bisa mencoba, dan membeli produk-produk pepsodent. Iklan ini diluncurkan pada tahun 2014









2.2.5 Iklan Rinso Matiq Liquid

                Iklan ini bisa dikategorikan sebagai iklan persuasif karena iklan ini membujuk masyarakat untuk membeli rinso yang bisa menghilangkan noda oli pada baju. Di dalam iklan yang ditayangkan pada September 2014 ini diperlihatkan bahwa membantu orang lain itu lebih baik meskipun harus berkotor-kotoran, akan tetapi masyarakat tidak perlu kawathir jika noda tidak bisa dihilangkan karena rinso matiq Liquid ini memiliki 3x kekuatan lebih dari sabun cuci biasa untuk menghilangkan noda. Rinso telah membujuk masyarakat untuk tidak takut kotor dan membeli produk rinso untuk menghilangkan noda kotoran pada baju.

                       

             Gambar 2.2.5 Iklan Rinso Matiq Liquid


                                                                                          




2.3 Iklan Reminder

2.3.1 Iklan Vita Zone

Iklan ini merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa Vita Zone memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada waktu bulan puasa ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 2006).









2.3.2 Iklan Viostin Ds

Iklan ini termasuk ke dalam iklan reminder atau pengingat karena hanya sesekali tayang di televise. Akan tetapi saat tayang iklan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada khalayak bahwa jika tulang dan persendian sakit maka Viostin Ds dibutuhkan untuk mengobati rasa sakit itu.








2.3.3 Iklan Simpati Jitu
 Iklan ini termasuk iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu. Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati Jitu.







2.3.4 Iklan Lifebouy

            Iklan ini bisa dikategorikan sebagai iklan pengingat karena mendorong masyarakat untuk sadar bahwa mencuci tangan dengan sabun lifebuoy bisa membunuh kuman dengan efektif. Iklan ini juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan sabun lifebuoy.














2.3.5 Iklan Pocari Sweat
Iklan ini termasuk iklan pengingat karena mengingatkan pentingnya bergerak dan berkeringat. Gantikan ION tubuh yang hilang dengan Pocari Sweat bersama JKT48. GO SWEAT GO ION! . Jingle tersebut merupakan pengingat bagi masyarakat bahwa jika mereka berkeringat, haus, dan kekurangan ion maka Pocari Sweat mengingatkan masyarakat untuk mengganti ion tubuh dengan pocari sweat. Iklan ini diluncurkan di Stasiun TV tahun 2013.











2.4 Iklan Penguat

2.4.1 Iklan Pond’s Age Miracle

Iklan Pond’s Age Miracle termasuk iklan penguat karena di dalam ikan ditunjukan bagaimana kulit keriput dan regenerasi sehingga menjadi penguat untuk produk tersebut agar konsumen tertarik.





2.4.2 Iklan Shampo Pantene

            Iklan shampoo pantene yang diluncurkan beberapa tahun silam menyatakan penemuan pantene bahwa 75% wanita Indonesia mengalami masalah ketombe dan rambut rontok. Iklan ini dikuatkan dengan Anggun C Sasmi yang menjadi brand ambassador, bisa diketahui bahwa Anggun C Sasmi memang memiliki rambut yang tampak sehat.





2.4.3 Iklan Pepsodent (versi Ayah Sikat Gigi)

                Iklan pepsodent yang diluncurkan beberapa bulan silam merupakan kategori iklan penguat. Di dalam iklan tersebut pepsodent menyatakan bahwa dia menemukan 79% orang tua tidak selalu sikat gigi di malah hari. Di versi iklan pertama tersebut ada beberapa anak yang menyatakan tentang kesehatan gigi, saat versi pertama diluncurkan, gigi anak tersebut masih terlihat kuning. Setelah beberapa bulan, ada versi terbaru dari iklan tersebut dan menunjukan bahwa gigi anak tersebut tidak seperti dulu. Gigi anak tersebut lebih tampak putih bersih dan tidak berlubang. Iklan tersebut menguatkan produknya bahwa produk mereka benar-benar nyata manfaatnya.






2.4.4 Iklan Aqua #AdaAqua

            Iklan ini dikategorikan sebagai iklan penguat karena iklan ini menguatkan iklan-iklan yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Perusahaan Aqua agar masyarakat yakin bahwa jika mengkonsumsi aqua maka bisa meningkatkan konsentrasi dan focus.








2.4.5 Iklan Traveloka.com Versi Bungee Jumping

            Iklan yang ditayangkan di televisi pada April 2015 ini merupakan iklan penguat dari iklan-iklan yang diluncurkan traveloka.com sebelumnya. Iklan ini lebih menonjolkan kelebihan fitur traveloka.com dibanding yang lain. Jika pada iklan sebelumnya dijelaskan bahwa membeli tiket hotel di traveloka.com tidak ada biaya tambahan ini dan itu maka pada iklan versi bungee jumping ini lebih dikuatkan bahwa booking hotel lebih mudah dan cepat melalui aplikasi traveloka.com




0 komentar:

Posting Komentar

 

Dinda Nindya Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos