MAKALAH
ANALISIS IKLAN SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU
Disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Perilaku Konsumen yang diampu oleh :
Bapak Rahmat Hidayat SE., MM.
Bapak Rahmat Hidayat SE., MM.
Disusun
Oleh :
1. Dinda
Nindya Putri (6704144154)
PROGRAM STUDI D3 MANAJEMEN
PEMASARAN
FAKULTAS ILMU TERAPAN
UNIVERSITAS TELKOM
2015
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menulis makalah perilaku
konsumen dengan baik. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menganalisis iklan
sebagai strategi komunikasi pemasaran terpadu. Adapun tujuan penulisan makalah
analisis iklan sebagai strategi komunikasi pemasaran terpadu ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah perilaku konsumen.
Dalam
penyusunan dan penulisan makalah analisis iklan sebagai komunikasi pemasaran
terpadu ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penulis dengan senang hati
menyampaikan terima kasih kepada Bapak Rahmat Hidayat, teman-teman serta semua
dukungan dari pihak-pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan
penulisan dan penyusunan makalah ini.
Semoga
Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semuanya. Demi
perbaikan selanjutnya, saran dan kritik yang membangun akan penulis terima
dengan senang hati. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT penulis serahkan segalanya
mudah-mudahan dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi kita semua.
Bandung, Mei 2015
Penulis,
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam strategi komunikasi pemasaran yang
terpadu (IMC), iklan atau advertising menjadi konsep IMC. Sehingga para pemasar
perlu memahami iklan dari berbagai sisi dan jenis. Advertising merupakan suatu bentuk dari presentasi
non-personal dan promosi dari suatu ide, barang atau jasa yang tidak gratis
(berbayar) dan dilakukan oleh sponsor (perusahaan) yang teridentifikasi.
Karakteristik dari iklan sendiri adalah bersifat non-personal, komunikasi satu
arah, ada sponsor (khalayak yang peduli), dan bertujuan untuk mengubah sikap
dan perilaku. Biasanya advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan
ingin mengubah customer dari unaware, menjadi aware terhadap suatu brand
Iklan merupakan suatu bentuk komunikasi massa
melalui berbagai media massa yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan bisnis,
organisasi non profit dan individu-individu yang teridentifikasi dalam pesan
periklanan dengan maksud memberi informasi atau mempengaruhi pemirsa dan
golongan tertentu bentuknya dapat berupa tulisan, gambar, film, ataupun
gabungan dari keseluruhan unsur tersebut. Urat nadi kehidupan televisi (swasta)
terletak pada iklan. Tanpa iklan, mustahil sebuah televisi mempertahankan
eksistensinya. Bagi produsen iklan bukan hanya menjadi alat promosi barang
maupun jasa, melainkan juga untuk menanamkan citra kepada konsumen maupun calon
konsumen tentang produk yang ditawarkan. Iklan seringkali menggiring khalayak
untuk percaya pada produk, sehingga mendorong calon konsumen untuk mengkonsumsi
maupun mempertahankan loyalitas konsumen.
Menurut
Rhenald Kasali, iklan adalah: Segala bentuk pesan tentang suatu produk dan jasa
yang disampaikan lewat media dan dibiayai oleh perusahaan yang dikenal serta
ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sedang pengaruh pesan ini
berati hal-hal yang diterjemahkan dalam bentuk gambar, rangkaian kata-kata jingle, maupun warna dengan tujuan
membangkitkan kebutuhan konsumen dan menanamkan citra pada konsumen pemerkasanya
adalah produsen sedangkan media adalah sarana yang digunakan yaitu media cetak
dan media elektronik (Kasali, 1992:9)
1.2 Definisi Iklan
a.
Iklan informatif.
Dimaksudkan untuk menciptakn
kesadraan dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah
ada.
b. Iklan
Persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c. Iklan pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.
Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c. Iklan pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.
d. Iklan penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli
sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Iklan
Informatif
2.1.1 Iklan
Sony Ericsson Z550i
Iklan ini merupakan
iklan informatif karena membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan
pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
|
Gambar 2.1.1 Iklan Sony
Ericsson
|
2.1.2 Iklan
Dji Sam Soe
|
Gambar 2.1.2 Iklan Dji Sam Soe
|
Iklan
ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai
produk kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan
kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
|
Gambar 2.1.3 Iklan Coca Cola
|
2.1.4 Iklan Mayasi Crispy Crepes
Iklan ini termasuk ke
dalam iklan informative karena bersifat mengenalkan produk baru dari mayasi
yang belum pernah perusahaan itu keluarkan sebelumnnya. Iklan ini diluncurkan
baru-baru ini sekitar bulan Mei 2015.
2.1.5 Iklan Gery
Brown Cookies
Iklan Gery Brown
Cookies merupakan iklan yang ditayangkan di televisi. Peluncuran iklan ini
bertujuan untuk memberikan informasi mengenai produk terbaru keluaran
perusahaan Garudafood Indonesia. Perusahaan Garuda food Indonesia memang telah
banyak mengeluarkan produk-produk terbaru dan diiklankan melalui media
televisi. Kali ini Perusahaan tersebut berinovasi lagi dalam dunia makanan dan
menghasilkan produk yang mereka beri merek Gery Brown Cookies. Iklan ini mulai
diluncurkan di televise sekitar akhir bulan Desember tahun 2014.
2.2 Iklan
Persuasif
2.2.1 Iklan
Samsung Slim Fit T
Iklan
ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk
membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta
kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah
persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.
2.2.2 Iklan Canon Printer PIXMA iP1200
Iklan
ini juga tergolong iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk
membeli Canon Printer PIXMA iP1200 dengan cara menginformasikan keistimewaan yang
dimiliki produk ini.
2.2.3 Iklan Energen Sarapan Sehat
Sebelum Jam 9
Iklan
Energen ini membujuk dan mengubah persepsi masyarakat tentang energen, energy
bukan minuman ringan akan tetapi bisa dikonsumsi sebagai sarapan di pagi
hari. Energen juga mengklaim bahwa
produk minumnannya lebih dari susu.
Iklan ini memberikan preferensi kepada masyarakat akan produk energen.
Energen juga mengubah persepsi masyarakat bahwa sarapan itu sangat penting.
Energen mengatakan 7/9 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan. Energen mengajak
masyarakat untuk sarapan gizi lengkap sebelum jam 9 untuk memulai aktivitas
sehari-hari.
2.2.4 Iklan Pepsodent Versi Sikat
Gigi Pagi Dan Malam
2.2.5 Iklan Rinso Matiq Liquid
Iklan
ini bisa dikategorikan sebagai iklan persuasif karena iklan ini membujuk masyarakat
untuk membeli rinso yang bisa menghilangkan noda oli pada baju. Di dalam iklan
yang ditayangkan pada September 2014 ini diperlihatkan bahwa membantu orang
lain itu lebih baik meskipun harus berkotor-kotoran, akan tetapi masyarakat
tidak perlu kawathir jika noda tidak bisa dihilangkan karena rinso matiq Liquid
ini memiliki 3x kekuatan lebih dari sabun cuci biasa untuk menghilangkan noda.
Rinso telah membujuk masyarakat untuk tidak takut kotor dan membeli produk
rinso untuk menghilangkan noda kotoran pada baju.
Gambar 2.2.5
Iklan Rinso Matiq Liquid
2.3 Iklan
Reminder
2.3.1 Iklan Vita
Zone
Iklan ini merupakan iklan reminder karena mengingatkan
kepada khalayak bahwa Vita Zone memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan
dalam waktu dekat, yakni pada waktu bulan puasa ketika iklan ini dipublikasikan
(iklan ini dipublikasikan pada 2006).
2.3.2 Iklan
Viostin Ds
Iklan ini termasuk ke dalam iklan reminder atau pengingat
karena hanya sesekali tayang di televise. Akan tetapi saat tayang iklan ini
bertujuan untuk mengingatkan kepada khalayak bahwa jika tulang dan persendian
sakit maka Viostin Ds dibutuhkan untuk mengobati rasa sakit itu.
2.3.3 Iklan Simpati Jitu
Iklan ini termasuk
iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu.
Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta
menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta
tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati
Jitu.
2.3.4 Iklan Lifebouy
Iklan ini bisa dikategorikan sebagai
iklan pengingat karena mendorong masyarakat untuk sadar bahwa mencuci tangan
dengan sabun lifebuoy bisa membunuh kuman dengan efektif. Iklan ini juga
bertujuan untuk mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan sabun
lifebuoy.
2.3.5
Iklan Pocari Sweat
Iklan
ini termasuk iklan pengingat karena mengingatkan pentingnya bergerak dan
berkeringat. Gantikan ION tubuh yang hilang dengan Pocari Sweat bersama JKT48.
GO SWEAT GO ION! . Jingle tersebut merupakan pengingat bagi masyarakat bahwa
jika mereka berkeringat, haus, dan kekurangan ion maka Pocari Sweat
mengingatkan masyarakat untuk mengganti ion tubuh dengan pocari sweat. Iklan
ini diluncurkan di Stasiun TV tahun 2013.
2.4 Iklan
Penguat
2.4.1 Iklan
Pond’s Age Miracle
Iklan
Pond’s Age Miracle termasuk iklan penguat karena di dalam ikan ditunjukan
bagaimana kulit keriput dan regenerasi sehingga menjadi penguat untuk produk
tersebut agar konsumen tertarik.
2.4.2 Iklan Shampo Pantene
Iklan shampoo pantene yang
diluncurkan beberapa tahun silam menyatakan penemuan pantene bahwa 75% wanita
Indonesia mengalami masalah ketombe dan rambut rontok. Iklan ini dikuatkan
dengan Anggun C Sasmi yang menjadi brand ambassador, bisa diketahui bahwa
Anggun C Sasmi memang memiliki rambut yang tampak sehat.
2.4.3 Iklan Pepsodent (versi Ayah
Sikat Gigi)
Iklan pepsodent yang
diluncurkan beberapa bulan silam merupakan kategori iklan penguat. Di dalam
iklan tersebut pepsodent menyatakan bahwa dia menemukan 79% orang tua tidak
selalu sikat gigi di malah hari. Di versi iklan pertama tersebut ada beberapa
anak yang menyatakan tentang kesehatan gigi, saat versi pertama diluncurkan,
gigi anak tersebut masih terlihat kuning. Setelah beberapa bulan, ada versi
terbaru dari iklan tersebut dan menunjukan bahwa gigi anak tersebut tidak
seperti dulu. Gigi anak tersebut lebih tampak putih bersih dan tidak berlubang.
Iklan tersebut menguatkan produknya bahwa produk mereka benar-benar nyata
manfaatnya.
2.4.4 Iklan Aqua #AdaAqua
2.4.5 Iklan Traveloka.com Versi
Bungee Jumping
Iklan yang ditayangkan di televisi
pada April 2015 ini merupakan iklan penguat dari iklan-iklan yang diluncurkan
traveloka.com sebelumnya. Iklan ini lebih menonjolkan kelebihan fitur
traveloka.com dibanding yang lain. Jika pada iklan sebelumnya dijelaskan bahwa
membeli tiket hotel di traveloka.com tidak ada biaya tambahan ini dan itu maka
pada iklan versi bungee jumping ini lebih dikuatkan bahwa booking hotel lebih
mudah dan cepat melalui aplikasi traveloka.com


0 komentar:
Posting Komentar